Tampilkan postingan dengan label MOVIE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOVIE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Kelinci Paskah Rajai Box Office Amerika Serikat

Han Kristi - detikMovie





Kelinci Paskah Rajai Box Office Amerika Serikat
HOP (ist)
Jakarta - Dirilis pada 1 April, film animasi 'HOP' berhasil meraup pendapatan hingga US$ 38 juta atau sekitar Rp 330 miliar. Film itu pun kini menduduki peringkat puncak box office Amerika Serikat.

Film garapan sutradara 'Alvin and the Chipmunks', Tim Hill itu menampilkan kisah E.B, kelinci yang lebih suka menjadi drummer ketimbang menjadi kelinci paskah. Suara karakter tersebut diisi oleh aktor komedi Russell Brand. Sementara, bos Playboy Hugh Hefner dan David Hasselhoff ikut menjadi cameo di film tersebut.

Peringkat dua box office minggu ini juga dihuni pendatang baru, sebuah film bergenre techno-thriller 'Source Code'. Dibintangi aktor yang tengah naik daun Jake Gyllenhaal, film tersebut meraih pendapatan US$ 15 juta.

Film horor 'Insidious' mendarat di peringkat tiga dengan angka pendapatan US$ 13 juta. Sebenarnya, 'Insidious' bukan film baru. Film tersebut sempat diputar di Toronto International Film Festival pada 2010 lalu.

Jawara minggu lalu, 'Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules' melorot ke peringkat empat. Film itu hanya sanggup mengumpulkan US$ 10 juta. Peringkat lima dihuni 'Limitless' dengan angka US$ 9,4 juta.




(hkm/mmu)


Sumber : http://movie.detikhot.com/read/2011/04/04/104646/1607867/229/kelinci-paskah-rajai-box-office-amerika-serikat

'The Karate Kids' Jawara Kids Choice Awards 2011

Han Kristi - detikMovie





'The Karate Kids' Jawara Kids Choice Awards 2011
The Karate Kids (ist)
Jakarta - Kids Choice Awards sukses digelar pada Minggu (2/4/2011) di USC Galen Center, Los Angeles, Amerika Serikat. Di ajang itu, 'The Karate Kids' mendapat penghargaan Favorite Movie.

Selain terpilih sebagai Favorite Movie, 'The Karate Kids' juga mengantarkan Jackie Chan mendapat penghargaan pertamanya di ajang itu. Jackie meraih Favorite Butt Kicker.

Sementara, penghargaan Favorite Movie Actor tahun ini diraih Johnny Depp. Ia mendapatkannya lewat perannya di film garapan Tim Burton, 'Alice in Wonderland'.

"Benar-benar senang mendapatkan penghargaan, ini benar-benar dari kalian. Aku sangat menghargainya," ujar Depp saat meraih penghargaan di atas panggung.

Berikut daftar pemenang Kids Choice Awards 2011 kategori film:

Favorite Movie: The Karate Kid
Favorite Animated Movie: Despicable Me
Favorite Voice From an Animated Movie: Eddie Murphy (Shrek Forever After)
Favorite Butt Kicker: Jackie Chan (The Karate Kid)
Favorite Movie Actor: Johnny Depp (Alice in Wonderland)
Favorite Movie Actress: Miley Cyrus (The Last Song)




(hkm/mmu)

Sumber : http://movie.detikhot.com/read/2011/04/04/115435/1607986/229/the-karate-kids-jawara-kids-choice-awards-2011

Bisa Buktikan Film 'Tebus' Jelek, Rp 100 Juta di Depan Mata

Mahardian Prawira Bhisma - detikMovie





Bisa Buktikan Film 'Tebus' Jelek, Rp 100 Juta di Depan Mata
Film Tebus (ist)
Jakarta - Aktor senior Tio Pakusadewo cukup geram mendengar selentingan bahwa sejumlah kalangan menilai film terbarunya, 'Tebus' adalah film yang jelek. Ia pun melontarkan tantangan terbuka kepada masyarakat luas. Tio menantang, jika ada yang bisa menunjukkan sisi jelek film tersebut akan diberikan uang Rp 100 juta. Serius apa bercanda?

Hal tersebut tidak main-main! Tidak hanya Tio sebagai pemain yang menantang calon penonton filmnya tersebut. Sang sutradara, Muhammad Yusuf dan produser Sarjono Sutrisno juga ikut angkat bicara.

Ditemui di Lacodefin, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2011), Tio menjelaskan prosedur untuk mengikuti 'sayembara' tersebut. Caranya mudah, yakni dengan menulis review film 'Tebus'. Nantinya akan dipilih 20 review, dan penulisnya akan masuk dalam 'persidangan' dan menjelaskan pandangan-pandangan di hadapan sutradara dan pemain film tersebut.

"Ada empat unsur yang mewakili bagus atau jelek, yaitu cerita, pemain, gambar dan suara. Alurnya berantakan? Pemain kaku? Gambar menyakitkan mata? Menyakitkan kuping? Bisa dipatahin nggak? Kalau nggak bisa akan diberi Rp 100 juta," papar Tio.

Lebih jauh dijelaskan teknis mengenai penulisan review tersebut. Review harus diketik rapi dengan format huruf times new roman berukuran 12 dengan spasi 1,5. Panjang maksimal 1 halaman, dan paling lambat dikirimkan 1 Mei 2011 ke PT Mutiara Warna Indonesia, La Codefin Building 3rd floor, Jalan Kemang Raya 8, Jakarta selatan 12730.

Menurut produser 'Tebus' Sarjono Strisno, pihaknya menggelar sayembara semacam itu tentu bukan semata karena "marah" ada yang bilang film 'Tebus' jelek. Lebih dari itu, ia ingin menumbuhkan sikap cinta masyarakat terhadap film di negerinya sendiri.

Diakui, sejak dirilis pekan lalu, penjualan tiket 'Tebus' memang kurang bagus. "Jadi ini upaya kami untuk mengajak penonton untuk lebih respektif dengan film Indonesia. Karena selama ini film Indonesia dinilai jelek, sampah atau apalah," ungkap Sarjono Sutrisno.



(ebi/mmu)


Sumber : http://movie.detikhot.com/read/2011/04/04/163539/1608334/229/bisa-buktikan-film-tebus-jelek-rp-100-juta-di-depan-mata

Tio Pakusadewo: Jangan Menilai Film Indonesia Jelek

Mahardian Prawira Bhisma - detikMovie





Tio Pakusadewo: Jangan Menilai Film Indonesia Jelek
Tio (detikhot)
Jakarta - Mengapa Tio Pakusadewo dan tim film 'Tebus' membuat sayembara berhadiah Rp 100 juta bagi siapa yang "berani" mengkritik film tersebut? Rupanya, Tio ingin agar penonton tidak gegabah menilai film Indonesia itu jelek.

"Ini sayembara untuk membuka mata masyarakat Indonesia supaya jangan menilai film itu jelek. Supaya mereka mau ke bioskop," kata Tio saat ditemui di Lacodefin, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2011).

Memang, bukan hal yang baru jika banyak film Indonesia dicibiri oleh masyarakatnya sendiri. Berlatar hal tersebut sebagai aktor senior Tio meminta penonton jangan bilang film produksi negerinya sendiri jelek.

Tio membuat sayembera menulis review film agar jika ada yang bilang film 'Tebus' jelek, hal itu disertai dengan pembuktian yang bisa diperdebatkan bersama.

Tentu, lanjut Tio, setiap film memiliki kehebatan dan kekurangan masing-masing. Misalnya saja di film 'Tebus', Tio berusaha menyelami bagaimana perasaan tokoh yang diperankannya, yang membunuh orang yang dikasihinya.

"Untuk dikatakan bagus atau jelek, mari kita lihat film secara empat sisi, gambar, cerita, pemain, suara. Kalau empat ini jelek, berarti memang jelek," tutupnya.


(ebi/mmu)

Sumber : http://movie.detikhot.com/read/2011/04/04/175546/1608417/229/tio-pakusadewo-jangan-menilai-film-indonesia-jelek

Film Hollywood Tak Dilarang, Tapi Dikenakan Pajak Tunggal

Rachmadin Ismail - detikMovie





Film Hollywood Tak Dilarang, Tapi Dikenakan Pajak Tunggal
(ist.)
Jakarta - Pemerintah berencana untuk menetapkan pajak tunggal (single tax) berupa satu tarif bea masuk terhadap film impor. Tak akan ada larangan terhadap film impor di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

"Saya, Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan sudah kita menyepakati akan dibuat single tax istilahnya. Tapi semua ini akan kita laporkan ke Bapak Presiden karena urusan perpajakan di negara manapun perpajakan itu harus Presiden yang memutuskan," tutur Jero.

Dia mengatakan, pajak untuk film impor ini tetap harus ada untuk melindungi film nasional. Menurutnya, film impor tetap masuk untuk melengkapi kebutuhan gedung bioskop yang ditargetkan bakal mencapai 1.000 layar bioskop di Indonesia pada 2014.

"Kalau cuma film Indonesia saja cuma 100 sekarang. Nah kekurangannya dari film impor jadi film impor tetap ada, rakyat bisa melihat film impor. Film Hollywood bisa, Film India bisa, Film Hong Kong bisa, Film Indonesia juga banyak. Jadi itu tujuan kita gedung bioskop makin banyak lapangan kerja tercipta di situ itu tujuan kita," papar Jero.

Untuk besaran pajak tunggal tersebut, saat ini sedang dibahas. "Besarannya nanti di Menkeu, cuma harus izin Presiden," imbuh Jero.

Sementara itu, soal bea masuk bahan baku film untuk kepentingan industri dalam negeri, Jero menyatakan tarif bea masuk sudah dihapuskan. Tinggal menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Pajak bahan baku film akan nol. Sebagian besar sudah nol. Kalau keputusan yang sudah sesuai arah perintah presiden bisa diputuskan. Misalnya bea masuk untuk bahan-bahan film dinolkan, sudah bisa dinolkan. Tapi keputusannya di Menkeu," tukas Jero.




(dnl/ich)

Sumber : http://movie.detikhot.com/read/2011/04/05/122230/1608867/229/film-hollywood-tak-dilarang-tapi-dikenakan-pajak-tunggal?h991102207

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons