Tampilkan postingan dengan label INTERNET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERNET. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Maret 2011

Twitter Diblok, Presiden China Tetap Blogging

VIVAnews - Presiden China, Hu Jintao, mengadopsi teknologi mikroblog meski pemerintah China cenderung mengekang kebebasan berekspresi para pengguna mikroblog di negara tersebut.

Twitter, situs mikroblog populer di dunia telah diblok di China sejak tahun lalu. Adapun otoritas meminta rival-rivalnya untuk menyensor pesan-pesan yang diposting oleh pengguna dengan dalih agar topik-topik sensitif seperti isu yang menyangkut politik tidak menjadi bahan perbicangan online.

Situs mikroblog Hu berada dalam layanan yang dioperasikan oleh People's Daily, surat kabar resmi partai berkuasa, Partai Komunis. Mikroblog tersebut juga hanya bisa dilihat oleh pengguna yang terdaftar dalam layanan yang bersangkutan.

Seperti diberitakan media setempat, seperti Global Times, Hu tidak memposting apapun pada sampai Senin, 22 Februari 2010. Namun, ribuan orang telah mendaftar agar bisa menerima pesan-pesannya.

Hu juga tidak mengunggah gambar untuk akunnya, tetapi dia memasukkan paham politiknya. Sampai saat ini, belum jelas kapan akun tersebut dibuka.

Beberapa pengguna mikroblog rata-rata memposting pemberitahuan bahwa mereka baru saja membuka akun mikroblog setelah mengetahui bahwa Hu juga melakukannya. Sementara sejumlah pengguna lain mengucapkan selamat Tahun Baru China pada Hu.

Hu adalah pejabat elit pertama China yang membuka sebuah mikroblog. Akan tetapi, Hu dan pejabat lainnya, termasuk Perdana Menteri Wen Jiabao, sebelumnya telah muncul dalam obrolan online dengan para pendukungnya.

Sebelum ini, presiden Amerika Serikat, Barack Obama, juga sudah mendaftar di layanan mikroblog Twitter.
• VIVAnews

Sumber : http://fokus.vivanews.com/news/read/131480-twitter_diblok__presiden_china_tetap_blogging

Twitter diblok ditengah gelombang demo di Mesir Demonstrasn di Kairo


Seperti di Tunisia, masas demo di Mesir juga menuntut presiden Mubarak mundur

Website jejaring sosial Twitter, membenarkan layanannya diblok dari Mesir.

Situs sosial seperti Twitter dan Facebook menjadi alat perubahan sosial yang makin penting dalam upaya menggalang protes publik.

Alat serupa terbukti ampuh setelah dipakai di Iran dalam kisruh pemilihan presiden tahun 2009, dan di Tunisia yang akhirnya menggulingkan pemerintahan presiden yang sudah memerintah puluhan tahun.

Pernyataan Twitter muncul ditengah makin panasnya situasi di Kairo dan sejumlah kota lain di Mesir akibat demonstrasi puluhan ribu orang yang menuntut turunnya Presiden Hosni Mubarak yang sudah berkuasa selama 30 tahun.

Kantor Berita Reuters menulis polisi menyemprotkan gas airmata dan kanon air terhadap pendemo Rabu (26/01) pagi, setelah beberapa hari sebelumnya situasi kota dilumpuhkan para pendemo.

Hari Selasa dua pendemo dan seorang polisi tewas akibat bentrok yang meletup di berbagai kota di Mesir, karena tekanan kemiskinan dan represi yang terinspirasi aksi penggulingan presiden Tunisia.
Seruan facebook

"Turun, turun Hosni Mubarak turun," teriak para peserta demo yang mundur dari pusat kota Lapangan Tahrir.

Sebagian melempar batu pada polisi yang memukuli massa dengan tongkat untuk mencegah peserta demo kembali ke lapangan itu setelah demosntran diusir dengan gas airmata.

"Besok jangan berangkat kerja. Jangan pergi kuliah. Kita semua akan turun ke jalan dan berdiri bersisian demi Mesir. Kita akan jadi jutaan orang," kata seorang pegiat dalam sebuah grup di Facebook untuk aksi Rabu ini, yang jadi salah satu alat utama mobilisasi demonstran.

Selasa lalu adalah hari libur nasional dimana kantor-kantor kementrian tutup di Mesir.

Seorang sumber dalam pemerintahan seperti dikutip Reuters, menyebut para menteri sudah menginstruksikan agar pegawai pemerintah kembali bekerja hari Rabu dan tidak ikut berdemo.

Selain menuntut agar Presiden Mubarak turun, para demonstran juga menuntut Perdana Menteri Ahmed Nazif mundur, pembubaran parlemen dan pembentukan pemerintahan nasional.


Sumber : http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/01/110126_twitteregyptban.shtml

Selasa, 22 Maret 2011

BIN Pantau Akun Twitter & Facebook yang Membahayakan

Jakarta - Sosial media kini tak luput dari pantauan Badan Intelijen Negara (BIN). Twitter dan Facebook kini ikut dimata-matai. Bila ada sesuatu yang membahayakan BIN akan mengkoordinasikannya dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

"Yang membahayakan tentu kita pantau, yang arahnya teror dan subversif tentu kita pantau. Tetapi datanya kita serahkan ke Menkominfo," jelas Kepala BIN Sutanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2011).



Kemudian, lanjut Sutanto, setelah ditemukan yang diduga subversif, BIN menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkominfo untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Kita hanya memberikan peringatan dini kepada instansi terkait, misalnya kalau masalah hukum kita serahkan ke kepolisian, masalah penyelundupan ke Bea dan Cukai. Kita ingin memperkuat Departemen terkait supaya bisa berfungsi lebih kuat" jelasnya.

Sosial media, lanjut Sutanto, pada dasarnya sarana untuk masyarakat berkomunikasi, tapi tentu mesti disikapi dengan arif. "Karena bisa juga dimanfaatkan pihak tertentu," tuturnya.



( her / rns )

Diambil Dari : DetikInet.com

FaceChat: Chatting di Facebook via BlackBerry


Jakarta - Bagi mereka yang selalu ingin eksis di Facebook sepertinya harus menjajal aplikasi bernama FaceChat ini di perangkat BlackBerry miliknya. Lewat aplikasi inilah pengguna bisa bebas chatting via handset BlackBerry.

FaceChat merupakan aplikasi buatan The Jared Company yang terbilang mini, karena cuma memakan memori 371 KB. Sehingga ketika diinstal pun tak butuh waktu lama, namun tetap tergantung dari kondisi jaringan layanan BlackBerry yang digunakan.

Untuk login di FaceChat, pengguna bisa menggunakan alamat email atau username miliknya. Dari sisi tampilan, aplikasi ini terbilang tak neko-neko alias sederhana. User interface-nya cuma terdiri dari tab 'chat' dan 'online contacts' untuk melihat siapa saja teman kita yang tengah online di Facebook.

Nah, jika kita menekan tombol menu maka akan muncul fitur option di aplikasi ini. Pengguna bisa memilih beragam settingan notifikasi dan suara.

Namun ada yang sedikit mengganggu di kolom menu ini, yakni munculnya pilihan 'chat with xxxxxxx (nama teman Anda)'. Masalahnya adalah, ketika teman Anda yang online itu banyak mencapai ratusan, tak pelak daftar 'chat with xxxxxxx' akan memanjang.

Hal ini berpengaruh ketika pengguna ingin menutup percakapan (end chat). Sebab untuk menutupnya, tidak bisa menekan 'del' alias delete, namun harus masuk ke menu kemudian menscrool ke atas dengan melewati daftar 'chat with xxxxxx' tersebut untuk kemudian memilih 'end chat'. Bayangkan jika teman Anda yang sedang online ada 50, 100, atau lebih dari itu.

Namun jangan khawatir sebab hal ini bisa diatasi dengan sebuah jalan pintas. Caranya, ketika masuk kolom menu, tekan huruf 'e' di keypad BlackBerry Anda. Maka pilihan akan langsung melompat ke 'end chat'. Jadi Anda tak harus direpotkan dengan deretan daftar teman Anda yang sedang online.

Tertarik mencoba? Langsung saja mengunduhnya secara gratis di BlackBerry App World Anda.


( ash / rns )

Diambil Dari : DetikInet.com

Jadi Alat Galang Kekuatan, Libya Tutup Akses Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI - Para pengguna komputer di Tripoli melaporkan bahwa mulai Jumat petang tidak mungkin mengakses jejering Facebook, dan hubungan dengan laman-laman internet lainnya sangat lambat atau tidak mungkin.

Para penentang rezim ini menggunakan Facebook untuk menyerukan "hari kemarahan" dan Gaddafi berusaha membalas dampak itu dengan unjuk rasa pro pemerintahnya di tengah ibu kota Tripoli.

Presiden AS Barack Obama Jumat mengecam penggunaan tidak kekerasan terhadap para pemerotes yang damai di Libya, Bahrain dan Yaman. "Amerika Serikat mengecam penggunaan tindakan keras pemerintah terhadap para pemortes yang damai di negara-negara itu dan di manapun yang mungkin terjadi," katanya dalam sebuah pernyataan.
Inggris, Prancis dan Uni Eropa menyerukan kedua pihak menahan diri.

Prancis, Jumat mengatakan pihaknya menangguhkan izin ekspor peralatan keamanan ke Libya dan Bahrain.
Dan Inggris menghentikan ekspor peralatan keamanan ke Bahrain dan Libya karena berisiko mungkin akan digunakan untuk menindas protes-protes anti rezim , kata kantor kementerian luar negeri.

Kementerian luar negeri Inggris mempringatkan seluruh warganya kecuali mereka memiliki keperluan penting mengunjungi Libya timur, Derna, Ajdabiya, Al Marj dan Tobruk semuanya di bagian timur negara Afrika Utara itu.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara



Republika.co.id

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/19/164960-jadi-alat-galang-kekuatan-libya-tutup-akses-facebook

Internet Banking Bank Mandiri Error

Jakarta - Layanan internet banking Bank Mandiri tengah bermasalah. Hal ini terjadi ketika nasabah tidak bisa login ke situs yang beralamat di http://www.bankmandiri.co.id tersebut.

Kejadian ini dilaporkan pertama kali oleh pembaca detikFinance melalui surat elektronik, Selasa (21/12/2010).

"Kelihatannya Bank Mandiri lalai mengurus SSL certificate. Sampai e-mail ini ditulis, akses untuk login di internet banking Bank Mandiri masih menampilkan status Certificate Has Been Revoked," tukasnya.

Dan ketika dicek langsung, laporan ini pun benar adanya. DetikFinance tak bisa masuk ke halaman yang diinginkan ketika mencoba login. Berikut keterangan yang tertera di halaman tersebut:

Secure Connection Failed

An error occurred during a connection to ib.bankmandiri.co.id.
Peer's Certificate has been revoked.
(Error code: sec_error_revoked_certificate)

* The page you are trying to view can not be shown because the authenticity of the received data could not be verified.
* Please contact the web site owners to inform them of this problem. Alternatively, use the command found in the help menu to report this broken site.

(ash/rns)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)

Diambil Dari :

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons